Archive for the Makalah Kimia Category

Penentuan klorida dalam air limbah Laboratorium Kimia FMIPA UNP

Posted in Analisa terapan, Makalah Kimia, Uncategorized on Desember 29, 2010 by rikychem

MAKALAH

ANALISA TERAPAN

Penentuan klorida dalam air limbah Laboratorium Kimia FMIPA UNP

Oleh:

Kelompok 5

Dony Yulvi (02040/2008)

Nopri Andriko(00342/2008)

Rezki Pratama(02043/2008)

Romi Habibi(02067/2008)

Dosen

Drs. Zul Afkar M.Si

Laboratorium Kimia Analitik

JURUSAN KIMIA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI PADANG

2010

BAB I

PENDAHULUAN

A.Latar Belakang

Negara Indonesia Merupakan daerah tropis basah yang kaya air.Dalam penggunaan tertentu yang diperlukan bukanlah sembarang air tetapi mempunyai syarat tertentu.Air bersih di alam dipergunakan bagi aneka keperluan,sebagian lagi kembali kea lam.Namun,sudah terkotori dan tercemar dengan adanya pembangunan industri dan dinamika kota serta desa.Tanpa pemrosesan yang memadai oleh manusia,air yang tercemar membebani bahkan melampaui kesanggupan alam untuk membersihkannya lagi.

Kota dan pemukiman terus berkembang,begitu pula dengan ilmu pengetahuan dan teknologi,sehingga dapat menimbulkan dampak negative terhadap lingkungan,khususnya pencemaran air,yang berakibat tidak menguntungkan bagi hewan,tumbuhan,dan manusia itu sendiri.

Saat ini kualitas kualitas air minum di kota besar Indonesia masih memprihatinkan.Kepadatan penduduk,tata ruang salah dan tingginya eksploitasi sumber daya air sangat berpengaruh pada kualitas air.Pencemaran air sumur penduduk di berbagai kota oleh limbah industri juga merupakan masalah yang harus diselesaikan.Karena air tanah banyak disedot oleh industri sampai hotel,tidak jarang sumur warga sekitar kena dampaknya.Di daerah pedesaan pun tak jarang terjadi masalah air pertanian yang makin intensif menggunakan pupuk dan pestisida,bila tidak tercemar di dalam menggunakannya maka akan memberikan residu bahan-bahan kimia berbahaya bagi kesehatan dan kehidupan warga,ditambah dengan adanya pabrik-pabrik yang menghasilkan limbah yang tidak dikontrol sebelum dilepas ke lingkungan.

Masalah air lainnya bermunculan,seperti air minum dalamm kemasan,plastic botolan yang semula memang air pegunungan yang telah diproses desinfektan memakai ozonisasi.Tetapi belakangan ini terjadi pula masalah,air minum tersebut tidak terjamin lagi mutunya.Oleh sebab itu,perlu dilakukan analisa pada air bersih untuk mengetahui kandungan zat kimianya yang dianggap dapat menyebabkan turunnya kualitas air.

Air yang tercemar banyak mengandung bahan-bahan yang sulit diuraikan secara biologis sehingga perlu dilakukan tindakan pencegahan yang serius bagi pihak yang terkait agar tidak berdampak buruk bagi kelangsungan hidup semua makhluk hidup.

B.Perumusan Masalah

Bertitik tolak dari latar belakang diatas maka masalah pada makalah ini dirumuskan sebagai berikut :

Bagaimana pengaruh logam berat bagi air limbah sehingga tidak membahayakan bagi lingkungan  sekitar.

C.Pembatasan Masalah

Agar lebih terarahnya pembahasan pada makalah ini,maka dalam melakukan penelitian ini perlu dibatasi masalah yang akan diuraikan nantinya yaitu “ analisis terhadap penentuan klorida dari air limbah laboratorium kimia FMIPA UNP .“

D.Tujuan Penulisan

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kadar klorida dari air limbah laboratorium kimia FMIPA UNP.

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Limbah menurut Recycling and Waste Management Act (krW-/AbfG) didefinisikan sebagai benda bergerak yang diinginkan oleh pemiliknya untuk dibuang atau pembuangannya dengan cara yang sesuai, yang aman untuk kesejahteraan umum dan melindungi lingkungan.

Adanya bahan kimia di universitas di mulai dari pemberian bahan yang diperlukan dari gudang bahan kimia kepada pekerja atau mahasiswa yang mengambil mata kuliah praktek di laboratorium. Bahan tersebut digunakan untuk sintesis maupun analisis.Karena tujuan penggunaannya maka terbentuk bahan awal, produk samping, pelarut yang digunakan dan bahan kimia yang terkontaminasi, dimana bahan ini harus diurai atau dibuang jika daur ulangnya tidak mungkin dilakukan. Berlawanan dengan limbah industri, limbah kimia dari laboraotrium di universitas yang terbentuk biasanya dalam jumlah kecil dari campuran yang sangat kompleks. Intinya, hal ini menyatakan jumlah limbah yang berarti, yang harus dibuang dari universitas dengan menggunakan dananya sendiri.

Untuk membuang limbah laboratorium, yang mungkin berbeda pada tempat yang berbeda pula, cara yang sesuai bergantung pada tipe percobaan yang dilakukan dan bahan kimia yang digunakan. Tetapi beberapa tipe limbah berbahaya yang dihasilkan tidak dapat dibuang dalam bentuk aslinya dan harus diolah terlebih dahulu. Dengan bantuan proses yang sesuai, limbah tersebut dapat dihilangkan sifat racunnya di tempat bahan tersebut dihasilkan. Keuntungan dari penghilangan sifat racun juga mengurangi

resiko kontaminasi pada pekerja yang tidak berpengalaman dalam menanganinya bila terjadi kecelakaan dengan limbah ini, oleh karena itu hal ini juga untuk menghindari resiko terhadap kontaminasi lingkungan.

Tentu saja, akan lebih baik untuk menghindari pembentukan limbah pada langkah yang sangat awal. Hal ini juga merupakan tujuan utama dari Recycling and Waste Management Act (krW-/AbfG) yang dikemukakan pada tahun 1996. (Nama lengkapnya:Undang-undang untuk manajemen daur ulang dan menyelamatkan limbah buangan yang aman terhadap lingkungan). Setelah aturan tersebut, setiap orang yang mengembangkan, menghasilkan, mengolah dan memproses atau menyebarkan bahan mempunyai komitmen untuk menghindari limbah. Jika tidak mungkin untuk dihindari maka jumlah limbah harus dikurangi dengan pengumpulan terpisah dan pengukuran daur ulang. Akhirnya, setelah semua usaha ini dilakukan, jumlah limbah yang masih tersisa harus dibuang sebagai ”tanpa resiko” terhadap kesehatan dan lingkungan.

Penggunaan kembali limbah laboratorium dapat dilakukan, misalnya: untuk bahan kimia yang telah digunakan setelah melalui prosedur daur ulang yang sesuai. Sebagai contoh, hal ini paling sesuai untuk pelarut yang telah digunakan. Pelarut organik seperti etanol, aseton, kloroform dan dietil eter dikumpulkan di dalam laboratorium secara terpisah dan diperlakukan dengan distilasi. Tipe limbah yang digolongkan sebagai limbah berbahaya harus dikumpulkan secara terpisah dan dikirimkan oleh penghasilnya kepada perusahaan pembuangan yang telah disetujui. Penghasil limbah juga harus mengirimkan data yang sesuai tentang tipe  imbah berbahaya tersebut. Berdasarkan tipe limbahnya, nilai ambang batas tertentuuntuk kandungan dan sifat bahan kimia harus dipatuhi. Senyawa hanya bisa dibuang dengan biaya tinggi harus dihindari, jika dimungkinkan diganti dengan bahan pengganti yang sesuai, yang dapat dibuang dengan biaya yang lebih efektif dan dengan cara yang ramah terhadap lingkungan.

Untuk memperoleh air dalam keadaan murni, sangat sulit kecuali setelah melalui proses pengolahan. Sebagaimana sudah dijelaskan di depan, air dikelompokkan menjadi 5 bagian dan yang kita bahas di sini adalah air dalam kaitannya dengan limbah industri.

Lingkungan penerima dikelompokkan menjadi berbagai kelompok sesuai dengan fungsi dan peranan air. Fungsi dan peranannya sebagai sarana pembuangan limbah keadaannya tidak menjadi sulit bila limbah dapat langsung dibuang. Tetapi lain halnya bila air digunakan untuk pengairan sawah atau ternak udang, maka limbah air itu harus memenuhi persyaratan untuk ikan, udang dan tanaman padi.

Dalam air buangan ditemukan senyawa yang dapat diidentifikasi melalui visual maupun laboratorium. Warna air, rasa, bau, kekeruhan dapat dikenal melalui cara umum dengan mata dan indera biasa, sedangkan senyawa kimia seperti kandungan fenol, kandungan oksigen, besi dan lain-lain harus dilakukan melalui penelitian laboratorium. 578 Pada umumnya persenyawaan yang sering dijumpai dalam air antara lain: padatan terlarut, padatan tersuspensi, padatan tidak larut, mikroorganisme dan kimia organik.

Berdasarkan persenyawaan yang ditemukan dalam air buangan maka sifat air dirinci menjadi karakteristik fisika, kimia dan biologi. Padatan terlarut yang banyak dijumpai dalam air adalah golongan senyawaan alkalinitas seperti karbonat, bikarbonatdan hidroksida. Di samping itu terdapat pula unsur kimia anorganik ditemukan dalam air yang mempengaruhi kualitas air.

Pengamatan unsur fisika, kimia dan biologi terhadap air sangat penting untuk menetapkan jenis parameter pencemar yang terdapat di dalamnya. Kondisi alkalinitas ini menghasilkan dua macam sifat air yaitu sifat basa dan sifat asam. Air cenderung menjadi asam bila pH lebih kecil 7 sedangkan pH lebih besar 7 menunjukkan air cenderung bersifat basa. Dalam pengolahan air bahan alkalinitas akan bereaksi
dengan koagulan yang memungkinkan lumpur cepat mengendap.

Selain itu ada sifat air yang lain, yaitu kesadahan. Penyebab kesadahan adalah karena air mengandung magnesium, kalium, strontium dan barium. Garam-garam ini terdapat dalam bentuk karbonat, sulfat, chlorida, nitrat, fospat, dan lain-lain. Air yang mempunyai kesadahan tinggi membuat air sukar berbuih dan sulit dipergunakan untuk pencucian. Gas yang larut dalam air seperti CO2, oksigen, nitrogen, hidrogen dan methane, sering dijumpai menyebabkan bersifat asam, berbau dan korosif.

Sulfida menyebabkan air berwarna hitam dan berbau. Padatan tidak larut adalah senyawa kimia yang terdapat dalam air baik dalam keadaan melayang, terapung maupun mengendap. Senyawa-senyawa ini dijumpai dalam bentuk organik maupun anorganik. Padatan tidak larut menyebabkan air berwarna keruh. Sebagaimana padatan dan gas yang larut, mikroorganisme juga banyak dijumpai dalam air.

Mikroorganisme sangat membahayakan bagi pemakai air. Air minum harus bebas dari bakteri pathogen. Air untuk pendingin harus bebas dari besi dan Sifat kimia dan fisika masing-masing parameter menunjukkan akibat yang ditimbulkan terhadap lingkungan? Ditinjau dari sifat air maka karakteristik air yang tercemar dapat dirinci menjadi: Sifat perubahan secara fisik, kimia dan biologi.

 

A.Sumber Air

Berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia  No 7 tahun 2004 tentang sumber daya air,sumber air adalah tempat atau wadah air alami dan buatan yang terdapat pada diatas maupun dibawah permukaan tanah.

Untuk keperluan sehari –hari air dapat diperoleh dari beberapa macam sumber air.

  1. Air Hujan

Air hujan merupakan penyublinan awan atau uap air murni yang ketika turun melalui udara akan melarutkan benda-benda yang terdapat di udara.Setelah mencapai permukaan bumi air hujan bukan merupakan air bersih karena dalam air hujan adanya asam sulfat dan asam nitrat.

  1. Air Permukaan

Air permukaan merupakan salah satu sumber yang dapat dipakai untuk bahan baku air bersih.Dalam menyediakan air bersih terutama air minum.

  1. Air Tanah

Sebagian air hujan yang mencapai permukaan bumi akan menyerap ke dalam tanah dan menjadi air tanah.Arah aliran air tanah dapat berubah-ubah bila menemui lapisan yang tidak tembus.

Air tanah terbagi atas :

a)      Air tanah dangkal

Air tanah dangkal didapat pada kedalaman 15 m.Untuk sumber air minum air tanah dangkal dari segi kualitas agak baik.

b)      Air tanah dalam

Untuk air tanah dalam harus digunakan bor dan memasukkan pipa ke dalamnya sehingga dala suatu kedalaman 100-300 m akan didapat suatu lapisan air.

c)      Mata air

 

B.Dampak Kualitas Air Terhadap Kesehatan Masyarakat

Apabila kualitas air jelek bias berakibat fatal,akibatnya yang ditimbulkan antara lain :

  1. Mikrobiologi

Air memegang peranan penting dalam penyebaran penyakit pada manusia.Demam tipoid,kolera,hepatitis,disentri amuba dan berbagai penyakit saluran pencernaan.

  1. Kimia

Dampak kualitas air terhadap kesehatan dari segi kimia tergantung dari jumlah kandungan zat kimia tersebut.

  1. Fisika

a)      Kekeruhan/turbidity

Air dikatakan keruh apabila air tersebut mengandung begitu banyak pertikel bahan yang terekspensi sehingga memberikan warna atau rupa yang berlumpur atau kotor.Makin tinggi kekeruhan maka dapat melindungi mikroorganisme dari efek desinfektan.

b)      Warna

Disebabkan karena zat organic yang berwarna seperti asam humus.Warna yang disebabkan bahan-bahan yang tersuspensi dikatakan sebagai “apperan color“ yang disebabkan oleh kekentalan atau tumbuh-tumbuhan yang merupakan koloidal yang disebut “ true color “

c)      Suhu

Faktor penting terhadap perubahan kualitas air yaitu suhu.Temperatur yang diinginkan adalah ( 100 – 150 C ), tetapi iklim setempat kedalaman pipa-pipa saluran air dan jenis dari sumber-sumber air akan mempengaruhi temperature.

d)     Bau dan Rasa

Baud an rasa muncul karena proses biologi,disebabkan kontaminasi bahan kimia dan bahan-bahan organic yang membusuk.Pengukuran rasa dan bau tergantung pada reaksi individual,maka hasil yang dilaporkan tidak mutlak.

 

C.Berbagai Taraf  Mutu

Untuk menggarap air alam dan untuk meningkatkan mutunya sesuai tujuan maka harus diketahui kotoran dan kontaminan yang ada pada air tersebut.Untuk mengetahui kadar kontaminan ini berbagai parameter mutu harus diketahui dan dipantau.Parameter tersebut menentukan pemilihan proses penggarapan dari air tersebut.Parameter air tersebuat adalah parameter fisik,kimia,biologi,dan parameter radiology

 

Tabel 1.Parameter fisika air

Parameter Sifat dan Pengaruh Keterangan
Bau dan Rasa

 

 

 

 

Warna

 

 

Koloid

 

 

 

 

 

 

Kekeruhan

Menandakan terjadinya perubahan tertentu dalam air,tetapi tidak ada satuan pengukurannya

 

Mempengaruhi sikap orang yang meminumnya

 

Bahan tersuspensi,mirip larutan sejati karenadapat melintasi kertas saring

 

 

 

 

Bahan tersuspensi tak larut pada air permukaan

Diketahui secara indrawi yaitu dengan pembau dan pengecap

 

 

Diuji dengan larutan baku di lab,misalnya nessler

 

Partikel berukuran 0,1 mikron sampai sepersejuta millimeter,memperlihatkan gejala Tyndall,bergerak bila diberi jenjang potensial listrik

 

Diukur online,aneka teknik

 

Parameter kimia merupakan kelompok parameter yang penting untuk memeriksa mutu air.Parameter kimia ini terdiri dari parameter spesifik dan parameter non spesifik.Parameter spesifik diukur dengan piranti dan zat kimia penguji cepat dan praktis.

Tabel 2.Parameter kimia air

Parameter non spesifik Sifat dan pengaruh
Daya hantar elektrolit ( PTT )

 

 

 

Konsentrasi ion hydrogen ( PH )

Kesadahan

Alkalinitas

Keasaman mineral

Ukuran zat terionisasi total dalam air,mempengaruhi berbagai perlakuan air dan mutu air.

 

Ukuran sifat asam/basa

Menyebabkan endapan serta kerak

Ukuran banyaknya mutu ion dalam air

Kontaminasi air permukaan akibat limbah industri atau pertambangan

 

Parameter spesifik Sifat dan Pengaruh
Besi ( Fe )

Mangan ( Mn )

Tembaga ( Cu )

Seng ( Zn )

Kalsium ( Ca )

Magnesium ( Mg )

Natrium ( Na )

 

Klorida ( Cl )

 

Flourida ( F )

 

Nitrat

Amonia

Fosfat

 

 

Senyawa fonalik

 

Detergen

 

 

 

Mempengaruhi rasa air dan membentuk kerak

Sama seperti besi

Menimbulkan rasa ganas terhadap pipia logam

Mirip dengan tembaga

Penyebab kesadahan air

Seperti kalsium tetapi lebih mengubah rasa air

Amat korosif,mudah lolos dari penukar ion dan mempengaruhi rasa air

Amat korosif,dapat menembus lapisan pelindung konstruksi baja

Untuk air minum dikontrol 1 ppm saja jika berlebih akan korosif menimbulkan sakit gigi

Berbahaya bagi kesehatan,maksimal 50 ppm

Bersifat racun dan memicu tumbuhnya bakteri

Dalam jumlah sedikit memang menopang kehidupan tetapi bila terlalu banyak akan menyebabkan pertumbuhan ganggang menjadi liar

Mempengaruhi rasa.Batas maksimal berdasarkan standar WHO 0,001 mg/l

Tidak selalu beracun tetapi buih dan busanya mengganggu flokulasi oleh koagulan,mengganggu bahkan mengusir oksigen dari air

 

D.Klorida

Kebanyakan klorida larut dalam air,seperti merkurium ( I ) Klorida, ( Hg2Cl2 ), Perak Klorida, ( AgCl ), Timbal Klorida, ( PbCl2 ) yang ini larut sangat sedikit dalam air dingin, tetapi mudah larut dalam air mendidih, sedangkan tembaga ( I ) Klorida, ( CuCl ), bismuth oksiklorida, ( BiOCl ), stibium oksiklorida, ( SbOCl ), dan Merkurium ( II ) oksiklorida, ( Hg2OCl2 ), tak larut dalam air.Untuk mempelajari reaksi-reaksi ini,pakailah larutan natrium klorida, NaCl 0.1 M.

 

Analisa Kualitatif

Analisa klorida secara kualitatif dapat dilakukan dengan beberapa cara,diantaranya :

  1. Dengan larutan Perak Nitrat

Jika larutan encer suatu senyawa klorida direaksikan dengan larutan perak nitrat,akan terjadi endapan putih bergumpal yang tidak larut dalam asam nitrit encer dan mudah larut dalam ammonia,dengan mengasamkan larutan amoniak ini dengan asam nitrat encer akan terbentuk kembali.Endapan putih yang terjadi berupa perak klorida yang tidak akan larut kembali dalam asam nitrat encer.Dengan penambahan ammonia,terjadi komplek perak diamonium yang larut.Jika larutan yang mengandung ion klor ini diasamkan,perak klorida akan terbentuk kembali dan akan mengendap.

  1. Dengan Kalium Permanganat atau Mangan Dioksida

Jika suatu senyawa klorida dipanaskan dengan kalium permanganate atau mangan dioksida,akan terjadi uap yang berwarna hijau pucat dan menyebabkan kertas kanji-kalium iodide berwarna biru.Dengan mengoksidasi kalium permanganate atau mangan dioksida akan terjadi klor yang akan mengoksidasi iodide dalam kertas kalium menjadi iod,yang kemudian dengan amilum memberikan warna biru.( Roth.H.J.1998 ).

 

Analisis Klorida Secara Kuantitatif

Analisa klorida secara kuantitatif dapat dilakukan dengan beberapa cara , diantaranya analisa secara titrimetri dengan menggunakan metode argentometri.Metode yang sering digunakan pada penetapan klorida adalah metode argentometri.Metode argentometri ( titrasi pengendapan ) yang tergolong pada pemeriksaan kimia secara titrimetri/volumetric.

  1. Pengertian

Titrimetri atau analisa volumetri adalah salah satu cara pemeriksaan jumlah zat kimia yang luas penggunaannya.Cara ini sangat menguntungkan karena pelaksanaannya mudah dan cepat,ketelitian dan ketepatan cukup tinggi, juga dapat digunakan untuk menentukan kadar berbagai zat yang mempunyai sifat yang berbeda-beda.

  1. Prinsip

Dalam larutan netral atau sedikit basa,kalium kromat dapat menunjukkan titik akhir titrasi klorida dengan perak nitrat.Perak klorida yang terbentuk diendapkan secara kuantitatif sebelum warna merah perak kromat terbentuk.

Reaksi

AgNO3 + NaCl           AgCl + NaNO3

AgNO3 + KCl             AgCl + KNO3

 

Dalam titrasi pengendapan zat yang ditentukan bereaksi dengan zat pentiter membentuk senyawa yang sukar larut dalam air,syarat-syaratnya :

a)      Terjadinya kesetimbangan serbaneka harus berlangsung dengan cepat;

b)      4 zat yang akan ditentukan akan bereaksi secara stoikiometri dengan zat pentiter;

c)      Endapan yang terbentuk harus sukar larut sehingga terjamin,harus tersedia cara penentuan titik akhir yang sesuai;

d)     Kesempurnaan reaksi sampai 99,9 %.

Beberapa cara titrasi pengendapan yang melibatkan ion perak,diantaranya adalah cara mohr,cara volhard dan cara fajans.Pada cara mohr ion-ion halide (Cl-,Br-,I-) ditentukan dengan larutan baku perak nitrat,dengan memakai ion kromat atau peralatan yang sesuai untuk menentukan titik akhir titrasi.Titrasi larutan ion klorida 0,1 M dengan cara mohr,reaksinya sebagai berikut :

Ag- +          Cl- AgCl

Cara titrasi volhard dapat pula digunakan untuk menentukan ion-ion halide dengan cara titrasi kembali.Penentuan ion klorida agak rumit dengan titrasi ini,lantaran kelarutan AgCl lebih tinggi daripada kelarutan AgSCN, maka pada penentuan ion klorida dengan cara volhard,titrasi harus dihentikan pada saat timbulnya warna merah pertama kali,atau titrasi kembli dilakukan setelah AgCl dipisahkan terlebih dahulu.

Pemakaian Titrasi Pengendapan

Pada umumnya titrasi pengendapan didasarkan pada penggunaan larutan baku perak nitrat sehingga cara titrasi ini sering dinamakan titrasi argentometri.Pada titrasi ini biasanya digunakan larutan baku perak nitrat 0,1 M dan larutan baku Kalium Tiosianat 0,1 M.Kedua pereaksi ini dapat diperoleh sebagai zat baku utama,namun  kalium tiosianat agak mudah menyerap air sehingga larutannya perlu dibakukan dengan larutan perak nitrat.Kedua larutan baku ini cukup mantap selama dalam penyimpanan asalkan disimpan dalam wadah kedap udara dan terlindung dari cahaya.

Pelarut yang digunakan harus air betul-betul murni,atau air suling.Kalau tidak kekeruhan akan muncul lantaran pengaruh ion klorida yang ada di dalam air.Jika larutan itu disaring kemudian dibakukan dengan NaCl secara gravimetric.

Selain larutan kalium tiosianat,larutan amoniumtiosianat 0,1 M sering pula dipakai sebagai larutan baku di dalam titrasi argentometri. Namun,karena ammonium tiosianat sangat mudah menyerap air,maka harus dibakukan dulu dengan larutan baku perak nitrat memakai cara titrasi volhard.( Rivai,H.1995 ).

Ion-ion Pengganggu

Ion-ion yang dapat mengganggu dalam penetapan kadar klorida metode argentometri atau pengendapan adalah : Bahan-bahan yang terdapat dalam air minum dalam jumlah yang normal tidak mengganggu ; Bromida,Iodida dan Sianida Ekivalen dengan konsentrasi klorida;Ion sulfide ferri sulfat dan sulfat mengganggu,tetapi dapat dihilangkan dengan penambahan hydrogen peroksida; ion sulfide,ferri sulfat dan sulfat mengganggu,tetapi dapat dihilangkan dengan penambahan hydrogen peroksida; Ortofosfat yang lebih dari 25 mg/L mengganggu dengan membentuk endapan perak fospat; Besi yang lebih dari 10 mg/L mengaburkan titik akhir.

 

BAB III

PENENTUAN KUALITAS AIR LIMBAH

 

A.Waktu dan Tempat

Pengujian rencana akan dilaksanakan di Laboratorium Kimia Analitik Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Padang pada tanggal 18 Mei 2010 sampai selesai.

B.Pengambilan Sampel

Sampel yang akan diuji berasal dari air limbah di sekitar laboratorium kimia FMIPA Universitas Negeri Padang.

 

C.Prosedur Percobaan

Pemeriksaan Klorida

Metoda Argentometri secara titrasi

 

1.Persiapan Sampel

Sampel yang berwarna akan mengganggu dan akan dihilangkan terlebih dahulu dengan penambahan 3 ml Al(OH)3 campur dan saring,lalu dicuci,atur pH 7-10.

 

2.Alat dan Bahan

v Alat

a) Pipet Tetes

b) Erlenmeyer

c) Klem

d) Buret

e) Gelas Ukur

f) Penjepit

g) Kertas Saring

h) Corong

v Bahan

a) Aquades

b) Indikator K2CrO4 5 %

c) AgNO3

d) Al(OH)3

e) NaCl 0,0141 N

 

3.Prosedur Kerja

Pembakuan Titran AgNO3 :

  1. Pipet 10 ml NaCl 0,0141  N dan masukkan dalam Erlenmeyer
  2. Tambah Indikator K2CrO4 5 % 1 ml,campur
  3. Titrasi dengan AgNO3 hingga terbentuk warna kuning kemerahan ( x ml )

 

 

 

 

 

 

Pemeriksaan :

  1. Ukur 10 ml sample,masukkan dalam Erlenmeyer
  2. Tambah 1 ml indicator K2CrO4 5 % 1 ml,campur.
  3. Titrasi dengan AgNO3 hingga terbentuk warna kuning kemerahan.

 

Perhitungan :

 

Klorida ( mg / l ) = ml AgNO3 x N AgNO3 x  35,45 x 1000

100 ml


BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

 

Hasil pengamatan yang diperoleh dari masing-masing kelompok :

Kelompok Banyak N AgNO3 Kandungan Klorida
1 & 2 0,0523 241,02 mg/L
3 & 4 0,0515 237,33 mg/L
5 & 6 0,0515 237,33 mg/L
7 & 8 0,0510 235,03 mg/L

 

Limbah labor mengandung berbagai macam bahan pencemar kimia yang sangat berbahaya.Limbah ini dihasilkan dari residu percobaan yang dilakukan setelah praktikum.Berbagai bahan kimia yang di buang ke lingkungan merupakan bahan berbahaya yang sangat merusak kelestarian lingkungan hidup,apalagi limbah tersebut di buang ke perairan yang saling berhubungan dengan pemukiman penduduk.

Klorida adalah salah satu bahan yang sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup,jika melebihi ambang batas yang telah ditetapkan oleh SNI.Zat ini bersifat oksidator kuat yang bersifat racun bagi sel hidup.Oleh sebab itu kandungan klorida dalam limbah ini harus dianalisis guna mencegah dan mencarikan solusi terbaik untuk pencegahan keracunan yang akan terjadi di masa sekarang dan masa yang akan datang.

Metode yang digunakan dalam percobaan penentuan kadar klorida dalam sampel ini adalah metoda titrasi,memakai prinsip argentometri yaitu mentiter larutan sampel dengan larutan perak nitrat.Hasil yang diharapkan adalah analit yang terkandung dalam sampel berupa klorin mengendap dengan penambahan Ag membentuk AgCl yang berupa ndaan putih.Percobaan dilakukan dalam tahap pertama yaitu menetapkan pembakuan larutan AgNO3. larutan AgNO3 perlu distandarkan terlebih dahulu karena larutan standar ini adalah larutan standar sekunder.Larutan standar sekunder tidak mampu bertahan lama,mudah berubah konsentrasinya.Titrasi argentometri ini memakai prinsip Mohr.Titrasi Mohr menggunakan ion kromat untuk mengendapkan Ag2CrO4 yang brwarna coklat.Setelah pengendapan AgCl sempurna kelebihan ion Ag bereaksi dengan kromat membentuk perak kromat,perubahan warna ini digunakan sebagai acuan titik akhir reaksi.

Dalam percobaan 10 mL sampel ketika dititrasi sedikit demi sedikit terbentuk endapan putih AgCl dan setelah tercapai titik akhir larutan mulai berwarna coklat sampai kemerahan.data yang diperoleh dari masing-masing kelompok tidak jauh berbeda,sedang untuk mL  AgNO3 yang didapat sama untuk setiap kelompok yaitu 1,3 mL.

Kadar klorida yang diperbolehkan oleh SNI(Standar Nasonal Indonesia) adalah 1,5 mg/L sampai dengan 100 mg/L.sedangkan hasil yang didapatkan oleh tiap-tiap kelompok adalah 241,02 mg/L,237,33 mg/L,237,33 mg/L dan 235,03 mg/L.Hal ini cukup tinggi dan melebihi ambang batas yang seharusnya diperbolehkan ada dalam lingkungan,tidak sesua dengan yang seharusnya ada di lingkungan,maka harus dicarikan solusi untuk menangani limbah yang berbahaya ini.

 

Kesimpulan

Dari percobaan yang praktikan lakukan didapat kesimpulan:

  1. Penentuan kadar klorida dalam sampel menggunakan metode titrasi argentometri dengan prinsip Mohr
  2. Kadar klorin dalam limbah labor kimia FMIPA UNP tinggi melebihi ambang batas yang ditentukan

 

Daftar Pustaka

Austin, T. George, Jasifi. 1996. Industri Proses Kimia. Jakarta: Erlangga http://persembahanku.files.wordpress.com/2007/03/kepmenkes-no-907-2002

Badan Pengendalian Dampak Lingkungan. 1996. Pelatihan Analisis Kualitas Air dan Limbah Cair. Jakarta

Grant, L.Eugenel and Leaveworth. 1995. Pengendalian Mutu Statistik. Jakarta: Erlangga

Nasition M.N. 2001. Total Quality Management. Yogyakarta

Underwood. 1986. Analisis kimia kuantitatif. Jakarta : Erlangga

http//:www.google.co.id.jurnal-pengaruh kadar klorida pada air sumur gali.yurman,fak.pertanian universitas Bengkulu.

http://sugianto-industri.blogspot.com/2010/05/diakses: 24 mei 2010

http://www.oc-praktikum.de/id/articles/pdf/diakses: 24 mei 2010

http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-industri/: 24 mei 2010

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.